Politik BREAKING

AHY Keras Soroti Blackout Sumatera: '5 Menit Mati Listrik Sudah Gelisah, Apalagi Berjam-jam'

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyoroti keras pemadaman listrik massal yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera. Ia menekankan bahwa bahkan lima menit tanpa listrik dapat menimbulkan kegelisahan, apalagi pemadaman yang berlangsung berjam-jam dan berdampak luas.

S

Super Admin

25 Mei 2026, 21:31 WIB ¡¤ 2 menit baca
Bagikan:
AHY Keras Soroti Blackout Sumatera: '5 Menit Mati Listrik Sudah Gelisah, Apalagi Berjam-jam'

Jakarta – Pemadaman listrik massal yang melanda sejumlah provinsi di Pulau Sumatera baru-baru ini menuai perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dalam pernyataannya, AHY secara tegas menyoroti dampak besar dari blackout tersebut, mengingatkan akan pentingnya pasokan listrik yang stabil bagi kehidupan masyarakat.

Berbicara di Palembang, AHY mengungkapkan keprihatinannya. Menurutnya, listrik adalah kebutuhan dasar yang sangat vital, sehingga ketiadaannya bahkan dalam waktu singkat pun sudah cukup menimbulkan masalah. “Jangan sampai berjam-jam (mati listrik), lima menit mati saja sudah gelisah. Saya yakin kita semua gelisah,” ujar AHY, menggambarkan betapa ketergantungan masyarakat terhadap listrik telah mencapai titik krusial.

Dampak Pemadaman Listrik yang Meluas

Pemadaman listrik ini tidak hanya sekadar ketidaknyamanan, tetapi juga berdampak signifikan pada berbagai aspek kehidupan. Aktivitas ekonomi terhambat, produktivitas menurun, dan kenyamanan rumah tangga terganggu. AHY menekankan bahwa pemadaman listrik yang berlarut-larut dapat menghambat pekerjaan, mengganggu komunikasi, dan bahkan memengaruhi kesehatan masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan peralatan medis bertenaga listrik.

Blackout yang terjadi pada awal Juni 2024 ini diketahui melanda delapan provinsi di Sumatera, mencakup area yang sangat luas. Provinsi-provinsi yang terdampak meliputi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Lampung. Skala pemadaman yang masif ini tentu saja menimbulkan kerugian besar bagi jutaan penduduk dan pelaku usaha di wilayah tersebut.

Desakan untuk Peningkatan Pelayanan

Menyikapi insiden ini, AHY mendesak PT PLN (Persero) untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh dan mengambil langkah-langkah konkret guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Ia berharap PLN dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan keandalan pasokan listrik, mengingat peran strategisnya sebagai penyedia energi utama bagi masyarakat dan industri.

Pernyataan AHY ini sekaligus menjadi representasi suara masyarakat yang mendambakan pelayanan publik yang prima. Ketersediaan listrik yang stabil bukan hanya menjadi hak dasar, tetapi juga fondasi penting bagi kemajuan dan kesejahteraan suatu daerah. Oleh karena itu, perbaikan sistem dan respons cepat terhadap gangguan harus menjadi prioritas utama bagi penyedia layanan listrik.

Sumber / Referensi

Apa reaksi Anda terhadap artikel ini?

Pilih salah satu reaksi di bawah ini.

S

Super Admin

Administrator portal berita Aksara Flash

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

App Icon
Aksara Flash

Akses lebih cepat & mendukung fitur offline.

Home
🎬
Video
Akun